IKA BK UNNES: WEBINAR MENASDIKKAN LAYANAN BK DALAM KURIKULUM MERDEKA

Pada hari selasa, tanggal 02 Agustus 2022 Ikatan Keluarga Alumni Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Semarang (IKA BK UNNES) yang bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Semarang (HIMA BK UNNES)  telah melaksanakan webinar kurikulum merdeka. Webinar ini terlaksana dengan kondusif dan lancar. Webinar ini diikuti oleh seluruh guru BK, konselor, dan praktisi Bimbingan dan Konseling seluruh Indonesia dengan total mencapai 750 peserta . Webinar ini dilaksanakan dengan mengangkat tema “Menasdikkan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum Merdeka”

Webinar ini diawali dengan sambutan ketua Ikatan Keluarga Alumni Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Semarang Dra. Ardina Safitri dilanjutkan dengan sambutan dan pembukaan oleh ketua jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Semarang Kusnarto Kurniawan M.Pd., Kons. Beliau memaparkan bahwa “webinar ini sangat substansial dan memiliki peranan penting dalam optimalisasi kurikulum merdeka dalam bidang bimbingan dan konseling” Dilanjutkan dengan mengumumkan pemenang lomba UKIP Bimbingan dan Konseling yang sudah dilaksanakan sebagai rangkaian acara sebelumnya.

Pada webinar saat ini dilaksanakan dengan tujuan menasdikkan implementasi kurikulum merdeka dalam layanan bimbingan dan konseling. Webinar diadakan dengan menghadirkan keynote speaker dan 3 narasumber lainnya Dr. Adi Atmoko M.Pd sebagai keynote speaker menyampaikan tentang Tantangan Layanan BK di Indonesia.  Selanjutnya diisi dengan pemaparan dari 3 pemateri  Zakki Nurul Amin M.Pd yang membahas  tentang urgensi layanan BK dalam kurikulum merdeka,  Arif Taufiq Dani Abdillah, M.Pd, yang menyampaikan tentang kontribusi BK dalam assessment diagnostik kurikulum merdeka. Dan yang terakhir Dra Galuh, M.Pd membahas tentang profil pelajar Pancasila dalam layanan BK.  Dan dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab dengan peserta webinar.

Pada kesempatan ini Pak Zakki menjelaskan sekilas terkait implementasi kurikulum merdeka dari sudut pandang BK. Dalam kurikulum merdeka, peserta didik diarahkan untuk dapat menemukenali potensi, kemampuan, bakat dan minatnya, tentunya hal ini sudah tidak asing lagi bagi konselor disekolah. Pak Zakki juga menjelaskan terkait urgensi kajian filosofis akademis dan kajian kebijakan dan praksis. Kemudian Pak Dani melanjutkan dengan menjelaskan bahwa asesmen diagnostic merupakan hal yang penting untuk dilakukan seorang konselor disekolah. Karena dengan melakukan asesmen diagnostic, konselor disekolah dapat memahami peserta didiknya secara komprehensif. Untuk itu konselor sekolah perlu untuk meningkatkan keterampilannya dalam hal terkait asesmen, tidak hanya bagaimana cara mengadministrasikan instrument asesmen, namun juga meningkatkan keterampilan polaritas, keterampilan agar konselor sekolah menjadi lebih peka dalam mengamati hal-hal yang membentuk emosi, pola pikir dan karakteristik peserta didiknya. Selanjutnya Ibu Galuh melengkapi dalam paparannya terkait profil pelajar pancasila dalam layanan BK. Dalam penyampaiannya Bu Galuh menyebutkan bahwa ke enam elemen dari profil pelajar pancasila, yaitu berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif. Ke enam elemen tersebut haruslah dipahami betul oleh konselor sekolah, karena konselor sekolah harus menjadi teladan dan mengimplementasikan elemen tersebut dalam layanan BK. Acara webinar ini merupakan rangkaian acara yang diadakan oleh IKA BK UNNES, yang pada kegiatan sebelumnya IKA BK UNNES mengadakan Lomba Unjuk Kinerja Profesi BK. Pada lomba tersebut terdapat dua kategori, yaitu best practice layanan BK di lingkungan Pendidikan dan best practice implementasi keilmuan BK di bidang non Pendidikan. Webinar ini sekaligus menjadi sarana pengumuman untuk pemenang lomba tersebut. Pada webinar ini para pemenang lomba best practice diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil temuannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.