Gerakkan Literasi sebagai Cara Untuk Menambah Wawasan, Pengetahuan Serta Meningkatkan Daya Kritis Mahasiswa

Literasi adalah kegiatan yang sejatinya tidak dapat terlepas dari dunia pendidikan. Pengertian literasi sendiri tidak hanya sekedar dalam lingkup membaca ataupun menulis saja tetapi juga tentang mendengarkan,  berdiskusi, bahkan aksi pun termasuk dalam budaya literasi. Telah kita ketahui bersama bahwa budaya literasi ini sudah terlalu dilupakan, apalagi dalam perkembangan masyarakat era millenial seperti saat ini. Di Indonesia kegiatan literasi inI juga sangat miris. Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara di dunia. Itu artinya Indonesia berhasil menduduki peringkat ke dua dari belakang. Sangat mengenaskan memang. Banyak faktor yang mempengaruhi  hal tersebut tejadi. Salah satunya tempat membaca yang kurang di sukai karena tempatnya yang terkesan tegang dan spaneng. Oleh karena itu, kami mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) mencoba memberikan inovasi terhadap tempat membaca yang lebih nyaman dan mengasyikkan. Sebelum mendeklarasikan Taman Baca FIP Literasi, maka diadakanlah Grand Opening Taman Baca FIP Literasi. Di kesempatan ini kami sediakan musik akustik yang mengiringi kegiatan diskusi teman-teman mahasiswa semua. Sehingga mereka merasa lebih rileks ketika menjajaki cakrawala baru yang lebih luas dengan merasa relaks dan enjoy. Selain itu di taman baca ini kita juga membuka forum diskusi dimana ketika mahasiswa tidak paham dengan yang di bacanya maka bisa kita diskusikan bersama. Suasana baru dan berbeda ini  yang akan  BEM FIP UNNES coba  inovasikan untuk seluruh mahasiswa.

Pada hari Senin, 19 Maret 2018 kemarin menjadi memori tersendiri karena langkah pertama dalam pelaksanaan Taman Baca FIP Literasi berhasil terlaksana yaitu Grand Opening Taman Baca FIP Literasi bertemakan “Gerak(kan) Literasi !”  dengan mendatangkan pembicara yang kompeten di bidangnya. Beliau adalah Pak Dr. Sungkowo Edi Mulyono, S.Pd., M.Si. selaku Wakil Dekan 3 bidang kemahasiswaan Fakultas Ilmu Pendidikan yang juga sudah berhasil menulis dua buah buku dan Kak Retno Arini, sang juara 1 lomba debat tingkat nasional yang tentu tidak terlepas dari budaya literasi. Acara ini di selenggarakan pukul 15.00 bertempat di samping gedung A2 FIP UNNES di bawah pohon rindang yang sangat mencerminkan citra UNNES sebagai kampus konservasi. Kedua narasumber tersebut memberikan berbagai banyak ilmu mengenai dunia literasi. Perlu kalian ketahui juga bahwa ternyata dunia literasi sendiri sangatlah luas. Menurut pemaparan pembicara kemarin, terdapat literasi baca tulis yaitu kemampuan memahami teks, audio, video, dan gambar, juga menuangkan ide ke dalam tulisan. Ada juga literasi budaya yaitu bagaimana kita memahami sikap keberagaman budaya Indonesia. Dan yang sering kita temui era sekarang ini adalah literasi digital, bagaimana cara kita mampu berkomunikasi dan menggunakan konten positif melalui dunia digital dengan bijak. Manfaat dari literasi sendiri sangat banyak dan ampuh untuk bisa mengikuti perkembangan zaman, kita mampu menjalani hidup di masa sekarang dan nanti di masa depan dengan lebih baik. Salah satu buktinya adalah Kak Retno Arini yang berhasil menduduki peringkat pertama dalam lomba debat nasional pendidikan. Jadi kalian masih ragu untuk terus meningkatkan budaya literasi ? Yuk kunjungi Taman Baca, tempat baca asyik dengan suasana baru dan menyenangkan.

 

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *