Press release Forum Fakultas Ilmu Pendidikan – Jurusan Ilmu Pendidikan (FIP JIP) 2017

FB_IMG_1505361230361

Rabu-Jumat, 13-15 September 2017
UTC UNNES Jl. Kelud Raya No. 2, Petompon, Gajahmungkur, Kota Semarang

Semarang – Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES) menjadi tuan rumah penyelenggaraan forum Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Ilmu Pendidikan (FIP JIP). Acara diselenggarakan dari Rabu hingga Jumat, 13-15 September 2017 bertempat di UTC UNNES, Jl. Kelud Raya No. 2, Petompon, Gajahmungkur, Kota Semarang. Diperkirakan sekitar 600 peserta dari berbagai perguruan tinggi kependidikan hadir untuk berbagi gagasan dan temuan hasil penelitian masing-masing.
FIP JIP merupakan forum dua tahunan. Sebelumnya diselenggarakan di Universitas Negeri Gorontalo pada tahun 2017. Forum ini diselenggarakan dalam rangka mempererat kerjasama dan komunikasi fakultas ilmu pendidikan dan jurusan-jurusan kependidikan di perguruan tinggi kependidikan seindonesia. Terutama berkaitan dengan upaya pengembangan kualitas pendidikan calon guru di Indonesia. Acara ini didukung oleh 12 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) negeri penghasil calon guru, yaitu UNNES (Semarang), UNY (Yogyakarta), UPI (Bandung), UM (Malang), Unesa (Surabaya), Unimed (Medan), UNG (Gorontalo), UNM (Makasar), Undhiksha (Bali), UNP (Padang), Unima (Manado), dan UNJ (Jakarta).
Acara ini dibuka oleh Rektor UNNES dan menghadirkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P sebagai Keynote Speaker. Salah satu rangkaian acara FIP JIP adalah “The 9th International Conference for Science Educators and Teachers” dengan tema “Actualizing educational science in developing sovereignty and competitiveness of the nation”. Pembicara yang dihadirkan antara lain Dr. Branislav Pulala (Slovakia), Prof. Ranbir Malik, Ph.D. (Australia), Dr. Minna Makihonko (Finlandia), dan Prof. Hamdan Said, Ph.D. (Malaysia).
Selain itu, para delegasi dari jurusan kependidikan dan fakultas ilmu pendidikan juga menyelenggarakan temu kolegial untuk membahas perkembangan terkini mengenai isu-isu yang lebih spesifik di bidang masing-masing. Baik isu-isu keilmuan maupun praksis pendidikan di lapangan. Kerjasama yang selama ini sudah terbangun erat di antara fakultas dan jurusan kependidikan diharapkan akan lebih ditingkatkan lagi melalui forum ini. Salah satu hal yang menjadi fokus bahasan kali ini adalah pendidikan calon guru.
Terlebih ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan Pendidikan Profesi Guru (PPG) prajabatan, maka LPTK perlu segera meresponsnya dengan mengkaji ulang konstruksi kurikulum S1 program studi kependidikan disandingkan dengan program PPG. Hal ini cukup menantang mengingat banyak LPTK sekarang berstatus universitas yang artinya tidak hanya menyelenggarakan program kependidikan, melainkan juga nonkependidikan. Tuntutan untuk dapat mengimbangi kualitas dari perguruan tinggi nonkependidikan di kancah nasional dan internasional menjadi tantangan tersendiri.
“Forum ini merupakan forum besar yang menampung banyak gagasan dan pemikiran dari para akademisi LPTK seindonesia. LPTK sekarang menghadapi tantangan yang tidak mudah, terlebih di abad 21 ini di mana perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sedemikian pesat dan berpengaruh besar bagi dunia pendidikan. Namun di sisi lain, kita di Indonesia secara riil juga masih dihadapkan pada masalah kemiskinan, kesenjangan kelas sosial, problem korupsi, dan kualitas pendidikan yang belum merata, terutama di daerah pinggiran dan Luar Jawa. Diharapkan dari forum ini muncul solusi-solusi cerdas untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Termasuk bagaimanakah gambaran pendidikan calon guru yang ideal untuk menghadapi tantangan tersebut,” kata Prof. Dr. Fakhruddin, M.Pd, dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNNES.
Salah satu pembicara, Dr. Minna Makihonko dari Finlandia pun dihadirkan agar dapat berbagi wawasan mengenai strategi penguatan pendidikan dasar yang dilakukan di negaranya. Finlandia memang diakui sebagai yang terbaik sistem dan kualitas pendidikan dalam beberapa pemeringkatan yang dilakukan oleh OECD beberapa tahun terakhir, sehingga diharapkan dapat menjadi modal dalam menggagas pendidikan calon guru ideal di Indonesia. Praktik penguatan organisasi sekolah dengan menguatkan kapasitas guru dan organisasi di Finlandia patut dilirik sebagai solusi yang tepat. Terutama di tengah orientasi penguatan kapasitas guru di Indonesia yang banyak bertumpu pada program-program yang bersifat top down dari Pemerintah Pusat namun minim pendampingan intensif terhadap guru dan sekolah.

Semarang, 13 September 2017
Humas forum FIP JIP 2017

Diana, S.Pd., M.Pd.
NIP 197912202006042001

Leave a reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>