MAHASISWA FIP LAUNCHING PROGRAM PELESTARIAN PERMAINAN TRADISIONAL

GBS

Minggu (2/4), delapan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang (FIP UNNES) melakukan launching kegiatan pengabdian masyarakat melalui pelestarian permainan tradisional di Desa Randusari RW 2 Kelurahan Nongkosawit. Dibuka sekaligus diresmikan secara nonformal oleh Asroah, Wakil Kepala Sekolah SDN 2 Nongkosawit.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Baturan atas Desa Nongkosawit tersebut diikuti oleh 27 anak-anak dari Desa Randusari dan sekitarnya. Usia mereka mulai dari usia TK hingga SMP, semuanya berbaur bermain permainan tradisional berupa Cublak-cublak Suweng dan Bentengan. Beberapa dari mereka tidak tahu apalagi hafal permainan Cublak-Cublak Suweng. “Aku belum pernah bermain Cublak-cublak Suweng, mbak.” Ujar Dimas. Ketika mempermainkan permainan Bentengan mereka berlari-lari sambil tertawa apabila melihat temannya tertangkap oleh musuh dan berteriak-teriak apabila dikejar oleh musuh.

Program pelestarian permainan tradisonal bagi anak-anak Desa Randusari mendapat banyak dukungan dari tokoh masyarakat, mulai dari Kepala Sekolah MI  Raudlatul Atfal, Kepala Sekola SDN 2 Nongkosawit, Ketua RW 2, serta Karang Taruna Desa Randusari. “Saya sangat mengapresiasi program ini, terlebih pada zaman sekarang anak-anak lebih banyak terpengaruh oleh teknologi modern.” Komentar Hambali, Kepala Sekolah MI Raudlatul Atfal. Begitu pula dengan Ketua RW 2 Kelurahan Nongkosawit, “Silahkan laksanakan program tersebut, dan gunakkan fasilitas yang ada.” Terangnya.

GBS 2

Karang Taruna desa juga ikut serta sebagai pelaksana teknis. “Sangat menarik, selain kami bisa membantu teman-teman mahasiswa juga untuk lebih mengaktifkan kegiatan di Karang Taruna.” Ungkap Pipin, anggota Karang Taruna. Delapan mahasiswa FIP tersebut yang terdiri dari Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan (KTP) dan Jurusan Pendidikan Luar Sekola (PLS) mengaku ikhlas melakukan pengabdian tersebut. “Anggaran awal dari kantong pribadi, kami hanya berharap program ini berkelanjutan dan mampu melestarikan permainan tradisional tidak hanya untuk anak-anak Desa Randusari melainkan untuk anak-anak diseluruh Indonesia.” Harap Alna Srohfiah, Koordinator Program Pelestarian Permainan Tradisional Desa Randusari. [IMAMA]

 

4 Comments

  • Awal Faizin 4th April 2017 at 9:40 am -

    Wah .. Alhamdulillah semoga istiqomah dan mampu melestarikan permainan tradisional serta pengabdian lainnya

  • Diki Meidiansah 4th April 2017 at 9:43 am -

    program yang sangat bagus. semoga kedepannya program ini bisa menginspirasi banyak orang agar ikut melestarikan permainan tradisional. amiin

  • awal faizin 5th April 2017 at 1:08 am -

    wah Alhamdulillah

  • Awal Faizin 5th April 2017 at 7:20 pm -

    semangat ya… lauching semoga istiqomah

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *